Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di blog ini . Powered by Blogger.
  • Home
  • Contact Me
  • About Me
  • Category
    • KULINER
    • LIBURAN
    • LOMBA BLOG
Facebook Google Plus Instagram

Ibu Dila

Setiap langkah adalah berharga

Ibu Dila muncul lagi .... Yeeey

Kira-kira ada yang kangen gak ya ? *siapkan tas kresek warna hitam buat yang gak kuat baca pertanyaan tadi*😄

Seperti janji saya di tulisan sebelumnya, kali ini saya mau ngelanjutin cerita keseruan liburan kami ke Samosir awal April kemarin

Yang belum baca cerita sebelumnya bisa baca disini, teman 😊

***

" Para penumpang kendaraan harap masuk ke kendaraannya masing - masing " terdengar perintah dari pengeras suara di Pelabuhan Ferry Ajibata


Yup, untuk penumpang yang membawa kendaraan sendiri dilarang masuk dengan berjalan kaki saat naik ke kapal. Mungkin maksudnya untuk mempercepat naiknya penumpang ke kapal ferry Tao Toba 2, yang akan membawa kami ke Samosir

Satu per satu kendaraan pun masuk mundur ke dalam kapal ferry. Ada mobil, truk pasir hingga bis. Kebetulan di Samosir memang sedang banyak perbaikan jalan. Sepertinya truk pengangkut pasir itu, untuk mendistribusikan material ke proyek itu

Sekitar 30 mobil muat dalam satu kali menyeberang

***

" Bang lempar uang koinnya, Bang " terdengar teriak seorang anak laki-laki dari air, ke seorang penumpang pria yang berdiri di dek kapal. Pria itu tampak mengacuhkan anak laki-laki tadi

Wah, ini dia yang saya tunggu-tunggu. Kemunculan si anak koin di Pelabuhan Ferry Ajibata

Anak koin yang biasa saya lihat di TV, akhirnya muncul juga. Ih senangnya saya ...

" Hei, sini " teriak saya

" Lempar koinnya, Kak " teriak anak laki-laki berkulit hitam itu sambil mendekat ke arah saya

" Tunggu ya " kata saya sambil mencari koin dan uang dua ribuan

Meski saya menunggu kemunculan si anak koin, saya gak sempat menyiapkan koin. Jadi saya harus cari-cari dulu

Koin yang dicari pun ketemu. Ada sekitar sepuluh ribu rupiah, dalam bentuk koin  lima ratus dan seribu. Dan 2 lembar dua ribuan

Si anak koin sudah siap menanti lemparan uang dari saya

Plung ... Plung

Anak koin 



Satu persatu koin pun saya jatuhkan. Dan yeeey, si anak koin bisa menemukannya. Pantulan cahaya matahari membantunya menemukan koin saya

( Terjawab sudah rasa penasaran saya selama ini ) 🤗

" Kakak sama adik mau coba gak ?" Tanya saya ke anak-anak

" Mau " kata Kakak

" Aku gak mau " kata adiknya ( si adik emang udah tegang saat mulai mau naik kapal )

" Ya udah, sini keluar dari mobil " kata saya

Si Kakak pun melempar koin. Plus uang kertas dua ribuan yang dibungkus di koin

Tut ... Tut ...

Bunyi klakson kapal disertai bunyi rantai penutup pintu kapal pun terdengar. Tanda kapal ferry Tao Toba 2 yang akan membawa kami ke Samosir, akan berangkat

Saya pun kembali masuk mobil

" Yuk, kita naik aja daripada di mobil " kata saya ke suami dan anak-anak

" Ya udah " kata suami

Si Kecil yang awalnya menolak buat keluar mobil, mau juga keluar untuk naik ke dek atas penumpang

Kapal Tao Toba 2 yang membawa kami ke Samosir penuh saat itu

Mau foto aja kudu mepet saking penuhnya 🙄
Kami pun melangkahkan kaki menuju dek atas, tempat penumpang bisa duduk

Tampak meja penjual mie instan dan kopi di dekat tangga untuk naik ke atas dek. Tangga di kapal Tao Toba 2 ini sungguh sempit dan curam. Cuman cukup satu badan  penumpang orang dewasa aja, cyin ... Huh

Dengan jendela tanpa kaca langsung di tepi tangga, sungguh bikin saya yang gak bisa berenang ini deg-degan untuk naik. Coba kalo kepeleset, bisa kecemplung ke danau. Kan sereeeem

Baru naik sebentar, gak sampai satu menit kami langsung turun balik lagi ke mobil

Gak cuman tangganya yang curam dan sempit. Dek atas pun sempit dengan bau rokok yang luar biasa. Bikin saya pusing seketika

( Untuk cerita dek kapal Tao Toba 1 yang membawa saya ke Samosir, maaf gak sempat  foto. Saya terlalu tegang saat itu )

Biar gak penasaran, ini saya kasih dek atas kapal Tao Toba 1 aja ya. Kapal ini yang akhirnya membawa saya pulang dari Samosir. Dek atas penumpangnya jauh lebih luas dari pada Tao Toba 2

Dek atas Kapal Tao Toba 1, yang lebih luas dan nyaman daripada Tao Toba 2. Berasa milik pribadi aja ... Sepi, cyin 😅😅
Baru masuk mobil sebentar tiba-tiba si Kecil bilang dengan suara pelan " Aku takut naik kapal " dengan ekspresi ketakutan dan udah terlihat mau nangis

Ya Tuhan, ini anak kenapa bicara begitu. Dia gak tau apa, kalau emaknya juga stress naik kapal ... Hiks

" Adik, mau liat film gak ? " tawar saya

" Film apa ? " tanya si Kecil masih dengan ekspresi takut naik kapal

" Terserah " jawab saya sambil menjulurkan hp

Alhamdulillah, tawaran memakai hp emaknya lumayan ampuh untuk bikin dia gak bilang " Aku takut naik kapal " lagi

Gak mau turun mobil lagi, saking takutnya naik kapal 😅
Untungnya sinyal si operator merah kencang sekali di tengah Danau Toba. Jadi si Kecil bisa puas nonton film di You Tube. Horeeeee ... Emak bahagia hahaha *bukan bahagia receh loh ya*

Entah berapa kali penjual kacang rebus mondar-mandir menawarkan dagangannya

Cuma karena sibuk bikin si Kecil nyaman naik kapal. Dan biar dia gak bilang " Aku takut naik kapal " lagi. Saya gak begitu memperdulikan ibu penjual kacang itu

Setelah setengah jam perjalanan, Alhamdulillah si Kecil udah sibuk main hp. Lumayan lah buat bikin dia lupa sejenak ketakutannya

Ketakutan si Kecil naik kapal bahkan baru saya ceritain ke suami saat kami udah di tengah perjalanan pulang dari Samosir

" Ah, masak sih adik ketakutan ?" Tanya suami gak percaya

" Mas gak tau kan. Emang aku sengaja gak bilang pas itu. Bisa bubar jalan aku kalo cerita ke Mas sama Kakak " jawab saya

Karena kalau saya cerita saat itu, si Kakak sama Papanya bisa ngegodain si Kecil abis. Eh bukannya bikin tenang. Bisa-bisa si Kecil malah nangis ketakutan

Pusyiiiing kepala belbie kan bo' ...

Setelah si Kecil mulai tenang, saya baru keluar buat menikmati suasana kapal

Rupanya, sama kayak di Pelabuhan Ferry Ajibata. Ada para pengamen kecil juga loh. Biar lebih berasa kalau saya lagi di tanah Batak Toba, saya minta aja mereka buat nyanyi .... Asiiiik

Dua buah lagu Batak, saya minta mereka nyanyikan


Angin danau terasa mengaliri wajah saya siang itu. Sejuk sekali

Pelabuhan Tomok di Samosir sudah makin terlihat. Artinya kapal akan menepi di Samosir. Alhamdulillah ...

Cerita dua malam di Samosir pun di depan mata, siap saya ukir bersama keluarga tercinta 😍

***

Eh, tunggu dulu

Tulisan Ibu Dila ini belum selesai loh. Hihihi ...

Berbeda dengan perjalanan berangkat saya. Perjalanan pulang saya kembali ke Medan, saya dapat kapal Tao Toba 1

Jika sebelumnya saya harus menunggu 3 jam lebih untuk menyeberang ke Samosir. Di perjalanan pulang ini saya seperti dapat golden tiket

Lah gimana enggak ? Saat itu sebetulnya saya mengincar kapal jam 10.00 dari Tomok

Eh rupanya di Minggu pagi itu, kapal Tao Toba 1 dioperasikan buat kapal tambahan. Karena dari Ajibata penuh dengan wisatawan pagi itu

Jadilah kami yang semula berpikir bakal menunggu satu jam di Pelabuhan Tomok, malah dibuat tergesa-gesa dengan adanya kapal tambahan itu

" Cepat naik kapal, Kak. Udah mau berangkat itu " kata petugas tiket

" Apaaaa ? Beneran, Mbak " jawab saya kaget bukan main

Kami pun menyeberang kembali ke Ajibata jam 9 pagi dengan kapal diluar jadwal reguler itu. Maunya santai dulu di Pelabuhan Tomok sambil foto-foto syantik gagal deh

Tapi senang juga sih hahaha

Kapal siap meninggalkan Pelabuhan Tomok, Samosir

Kapalnya kosong euy 😍
Udah lebih cepat nyebrangnya

Kapal kosong pula

Dan saya pun bisa beli lesung kayu buat masak ubi tumbuk ( masakan khas Tapanuli Selatan ), di seorang bapak pedagang yang kebetulan naik kapal itu juga

Namanya emak-emak gitu loh, gak bisa liat sesuatu yang lutju buat dibeli. Biarpun itu di kapal ferry *untung bapak suami paham sama istrinya ini* 😅

Sebuah lesung kayu seharga 40 ribu rupiah pun berpindah ke tangan saya. Tuing... Tuing

Dan ... sampai saya menulis cerita ini, lesung kayu phenomenal itu belum saya pakai

Maafkeun aku ya, suamiku tersayang  😁

Jomblo dilarang baper liat mereka 😄😄
Foto saya sambil memegang lesung kayu dengan latar belakang pasangan yang sedang jatuh cinta itu, mengakhiri cerita Ibu Dila kali ini

Terima kasih dan sampai jumpa di petualangan kami di Samosir selanjutnya  😘😘😘
Share
Tweet
Pin
Share
20 comments

Jam menunjukkan pukul 10.10 Jum'at itu. Terlihat satu mobil di depan saya, sedang antri di tembok tinggi putih pintu masuk Pelabuhan Ferry Ajibata, Kabupaten Simalungun. Tampak sang sopir turun membeli kacamata hitam di penjual kacamata keliling

Yess, berarti saya bisa ikut menyeberang ke Samosir nanti jam 10.30. Pikir saya 

***
Akhir pekan pertama di awal bulan April ini, saya dan keluarga memang merencanakan liburan ke Samosir. Dan saya sengaja memilih liburan kesana di akhir minggu biasa. Yah supaya gak padat aja sih 

Tepat jam 6 pagi kami keluar dari rumah menuju ke Pelabuhan Ferry Ajibata yang letaknya 191 km dari rumah

Langit masih gelap saat kami keluar rumah. Tapi mobil sudah cukup banyak yang berlalu lalang. Di Medan, jam 6 pagi emang masih gelap ya teman

Kami memang lebih suka berangkat pagi sebelum sarapan. Supaya lebih santai dan gak kena macet. Sarapannya kami berhenti di SPBU atau masjid 

" Say, mau coba masuk lewat tol. Nanti pemandangan sawitnya bagus loh ? " kata suami. Sebetulnya saya saat itu lebih ingin melewati lintas timur Sumatera yang biasanya kami lewati aja. Supaya bisa melihat kabut pagi yang indah di jalan yang kanan kirinya terlihat sawah membentang itu. Cuman karena penasaran dengan tol yang belum genap setahun beroperasi ini. " Beneran bagus ? Ya udah deh " jawab saya 

Kendaraan pun diarahkan suami menuju pintu tol Lubuk Pakam yang bernuansa biru kuning dengan ornamen khas Melayu itu

Indahnya matahari terbit pagi itu
Beruntungnya saya, pagi itu rupanya kabut pun terlihat di jalan tol yang masih baru itu. Kebun sawit milik PT Perkebunan Nusantara ( PTPN ) terbentang sangat luas di sepanjang jalan. Bonusnya pun saya bisa melihat matahari terbit di timur dengan warna orange sempurna mirip kuning telur. Masya Allah indahnya

Karena jalan tol ini masih dalam proses pembangunan, kami pun keluar di pintu tol Perbaungan

Perut pun mulai krucuk-krucuk minta diisi nasi

Masjid Al Ihsan Wannaja milik PT Perkebunan Nusantara 3 Kebun Rambutan di Tebing Tinggi pun jadi pilihan kami untuk tempat sarapan. Sekalian ke kamar mandi juga sih. Maklum pagi itu udaranya dingin, jadi pengen pipis deh ... Hihihi 

Nasi bekal pun dikeluarkan. Eh, ternyata kami gak sendiri loh. Ada 3 mobil lain juga yang lagi sarapan rupanya. Yesss ... Senang saya. Ada kawannya

Para kucing yang sabar menunggu adik makan 😄
Namanya juga anak-anak. Eh, ada kucing 3 ekor meong-meong. Diajak mainlah sama mereka berdua. Sambil dikasih makan tulang ayam kampung sisa sarapan kami. Rencana 30 menit aja istirahat plus sarapan disana, molor deh jadi 1 jam

***
Hampir jam 9 pagi, kami memasuki Pematang Siantar. " Bisa gak ya naik kapan jam 10.30 ?" kata suami sambil liat jam tangan saat mengisi bahan bakar 

" Bismillah aja deh " kata saya. Sebenarnya harap-harap cemas juga sayanya

Alhamdulillah tak banyak truk Fuso panjang berisi log kayu yang melintas di jalur lintas tengah Sumatera siang itu. Hanya 2 yang kami temui di jalan 

Tak lama Danau Toba pun mulai terlihat dari ketinggian. Yeah, udah mau dekat Parapat. Berarti Pelabuhan Ferry Ajibata udah deket juga

Dengan jalan makin menurun, kami pun tiba di depan pintu Pelabuhan Ferry Ajibata 

Mobil yang belum boleh masuk ke Pelabuhan Ferry Ajibata
" Bang, antrinya dari sini " kata seorang petugas disana sambil menunjuk ke tembok putih depan Pelabuhan Ferry Ajibata. Saat suami mengarahkan kendaraan kami masuk ke parkiran pelabuhan. Melewati satu kendaraan keluarga warna hitam yang parkir tepat di tembok putih itu  

" Lah itu masih kosong " kata suami saat melihat parkiran pelabuhan yang masih terlihat lapang itu

" Itu yang udah mau naik kapal, Bang " jawab petugas dengan ramah. " Abang parkir di belakang kendaraan warna hitam itu " katanya lanjut

" Bang, ini kapal jam 10.30 udah mau berangkat ya ?" tanya saya ke petugas itu. " Iya , Kak " jawabnya

" Berarti kami naik kapal jam 13.30 dong ?" tanya saya. " Gak tau nanti, Kak. Nanti kalo masih bisa masuk. Kakak bisa ikut kapal ini " jawabnya

Rupanya bukan rejeki kami. Kendaraan warna hitam tepat di depan kami itupun bisa ikut menyeberang dengan jadwal 10.30

Rencana menyeberang ke Samosir jam 10.30, supaya bisa mengejar sholat Jum'at di Samosir pun bubar

" Bang, lima ribu " kata petugas itu sambil menempelkan stiker di spion kendaraan .
" Tiketnya berapa, Bang ?" tanya saya. " Ini buat nomer antrian aja, Kak. Tiketnya nanti di dalam" jawabnya sambil meminta kami memasukkan kendaraan ke tanah lapang parkir Pelabuhan Ferry Ajibata

Antrian mobil di dalam parkiran. Sudah lumayan mendung suasananya, tidak terik seperti saat kami datang. Mobil di parkiran ini, adalah yang akan naik ke kapal
Panasnya Pelabuhan Ferry Ajibata saat kami datang sangat terik

Kapal Tao Toba 2 yang mengangkut penumpang pukul 10.30 pun membunyikan klaksonnya. Tanda akan berangkat 

" Ngapain kita disini ? " kata adik. " Ya udah nunggu disini, Nak " jawab saya. "Boseeen " jawabnya

Jam pun sudah mulai mendekati pukul 11.00. " Say, sholat Jum'at dimana ini ?" tanya saya ke suami. " Mau naik lagi ke Parapat ?" tanya saya. Satu-satunya masjid terdekat disana yang jaraknya 3 km dari pelabuhan. Dan musholla pun tak tersedia di Pelabuhan Ferry Ajibata ini 

Suami pun menjawab " Udah nanti sholat di Samosir aja. Dijamak. Kita kan musafir. Nanti kalo naik lagi. Kita dapat kapal jam berapa ? "

O iya, teman. For your information, sholat Jum'at di Medan dan Sumatera Utara pada umumya dimulai pukul 12.30. Dan selesai pukul 13.15

Jika suami sholat Jum'at dulu di masjid  Parapat, kemungkinan besar kami ketinggalan lagi kapal jam 13.30. Dan kami pun harus ikut jadwal berikutnya lagi yaitu pukul 16.30

Yang artinya kami harus menunggu 6 jam lebih untuk menyeberang ke Samosir

***
Menunggu itu membosankan. Bisa iya bisa juga nggak. Bener gak ?

Dan apa yang dilakukan para penumpang saat menunggu alias antri kapal di pelabuhan Ajibata menuju ke Samosir, supaya gak bosan

Ini dia yang membuat rasa bosan itu hilang :

1. Melihat kapal motor penumpang yang berangkat

Aneh memang, biarpun kami gak bisa berangkat dengan kapal ferry pukul 10.30. Ternyata asiiik loh melihat kapal ferry itu berangkat. Bisa melihat saat pintu untuk masuk kendaraan diangkat. Melihat kapal berputar menuju ke Tomok. Dan melihat kapal bergerak menjauh dari pelabuhan ferry Ajibata

Semua itu merupakan keasyikan tersendiri rupanya



2. Berfoto dan melihat kapal motor penumpang yang sedang dalam masa perawatan

Di pelabuhan ferry Ajibata, terdapat 2 buah kapal motor penumpang atau disingkat KMP. Bernama KMP Tao Toba 1 dan 2. Meski ada 2 kapal, tak setiap waktu keduanya dioperasikan. Karena tak setiap saat kapal itu penuh penumpang

Disaat tak digunakan itulah, kapal dirawat juga


Anak-anak yang asyik bermain di kapal yang tengah dipelihara
Sekelompok pria terlihat sedang mengelas bagian kapal Tao Toba 1. Terlihat juga beberapa anak kecil bermain disana. Mungkin mereka sudah terbiasa kali ya 


3. Membeli kacamata hitam

Akhirnya terjawab juga kenapa mobil di depan kami membeli kacamata hitam yang ditawarkan oleh pedagang keliling saat kami antri masuk

Sebuah keluarga yang sedang memilih kacamata 


Rupanya di saat panas terik, pantulan air Danau Toba itu sangat menyilaukan mata loh. Asli beneran. Pantas aja ya, di Pelabuhan Ajibata ini gak cuman satu orang yang menjajakan kacamata hitam

Soal model, cukup lumayan banyak kok pilihannya. Dengan harga yang dijamin gak bikin kantong bolong. Untuk kacamata anak, harganya 25 ribu saja. Sedangkan untuk kacamata orang dewasa, harganya 40 ribu saja. Soal harga ? Boleh ditawar kok

Ada yang senang dibelikan kacamata 🤣

4. Melihat anak-anak bernyanyi lagu Batak

Udah tau kan, kalau orang Batak itu terkenal dengan suaranya yang merdu itu. Gak usah deh penyanyi papan atas. Pengamen cilik di Pelabuhan Ferry Ajibata aja punya suara yang top abis loh. Kalah deh suara saya, yang cempreng kayak panci rombeng jatuh ... Hihihi

Para penyanyi cilik di Pelabuhan  Ferry Ajibata yang sedang menghibur para penumpang
Saat menunggu antrian kapal ferry, anak-anak ini akan menawarkan jasanya pada kita. Mereka datangnya sih berkelompok. Ada sekitar 2-5 anak. Dan ada beberapa kelompok disana

Mereka akan memperdengarkan lagu Batak dengan dengan bantuan tepuk tangan sebagai musiknya

Belum puas mendengarkan satu alunan lagu dari mereka ? Kita boleh kok minta tambah lagi. Tak terasa, badan pun ikut bergoyang saat mereka menyanyikan lagu Batak

Jangan lupa, kasih tip yang sesuai ya

5. Duduk santai di pinggir Danau Toba


Angin semilir sepoi-sepoi di Danau Toba, tak pelak membuat mata mengantuk. Daripada makin mengantuk, duduk di bangku kayu yang disediakan sambil memandang keindahan danau dan lalu lalang kapal motor bisa mengalihkan rasa kantuk

6. Membeli buah

Di Pelabuhan Ferry Ajibata, terlihat beberapa penjual buah. Ada juga buah potong. Dagangan mereka pun macam-macam. Seperti jeruk, mangga, pisang dan nanas



Sambil menunggu, bisa kan kita membeli jeruk. Dan dikupas di tepi danau

7. Duduk di kedai sambil jajan

Perut keroncongan ? Tak perlu khawatir. Di  sekitar Pelabuhan Ajibata terdapat beberapa kedai penjual makanan matang. Tapi perlu diperhatikan untuk umat Islam. Karena ada juga kedai yang menjual babi

Salah satu kedai dengan menu babi 
Namun tepat di dalam parkiran, ada sebuah kedai Muslim yang menjual makanan halal. Ada gorengan, mie rebus atau goreng, soto, sop dan berbagai macam minuman

Kedai yang menjual makanan halal

Sambil makan gorengan, bisa menikmati alunan lagu dari sekelompok anak kecil ini 
Menunggu sekian jam tentunya, tak pelak membuat kita ingin ke toilet kan untuk menyelesaian masalah hajat. Gak perlu khawatir. Toilet di Pelabuhan Ajibata cukup nyaman kok untuk penumpang. Airnya sangat lancar, tak ada bau pesing dan pastinya bersih. Cukup membayar 2000 rupiah saja. Atau 5000 rupiah untuk mandi

Tak terasa, waktu pun menunjukkan jam 13.30. Anak-anak pun tak terlihat surut semangatnya karena 3 jam menunggu. Kapal pun datang. Saatnya kami menyeberang ke Samosir, teman

Petualangan apa saja yang saya dapatkan di Samosir ? Tunggu cerita saya berikutnya ya

See you 😘😘😘















Share
Tweet
Pin
Share
16 comments

" Aduh, say. Aku cuman punya satu hari aja yang free di Medan. Hari lainnya urusan kerjaan mulu. Gak bisa keluar "

" Jalan-jalan kemana ya enaknya ? Wong cuman dapet satu hari aja sebelum pulang ?"

Ke Medan baru pertama kali, eh waktunya banyak yang abis buat urusan kerjaan atau urusan lainnya. Dan hanya tersisa satu hari aja buat jalan-jalan

***

Hai ... Hai teman. Sampai lupa menyapa kalian semua ^^

Jumpa lagi dengan saya dari Medan

Kadang kalau kita datang ke suatu kota, suka bingung kan ya. Apa aja sih tempat wisata yang bisa didatangi dalam 1 hari di suatu kota, karena waktu yang terbatas

Di kesempatan ini, saya mau berbagi tempat wisata yang bisa kalian kunjungi di kota Medan dalam satu hari. Gak hanya wisata aja, kalian juga bisa memuaskan hasrat kuliner kalian dan gak lupa juga oleh-oleh buat keluarga di rumah ( yang ini jangan sampai ketinggalan, ntar ada yang ngambek kalo gak kebeli )

Untuk itu, saya pilihkan tempat-tempat yang sangat mewakili Medan dan In sya'a Allah gak bikin capek karena jaraknya cukup dekat satu sama lain

Pastinya semua tempat ini adalah IKONIK nya Medan loh ...

Ini tempat yang bisa kalian datangi dalam 1 hari di Medan

1. ISTANA MAIMUN

Pergi ke Medan artinya harus ke Istana Maimun yang merupakan peninggalan Kesultanan Deli ini

Terletak di Jalan Katamso Medan dan dengan tiket seharga 5000 rupiah saja, kalian bisa berpetualang di istana yang didominasi dengan warna kuning itu

Jejak kejayaan kesultanan Deli ini dibangun oleh arsitek Italia pada masa pemerintahan Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Dibangun pada 26 Agustus 1888. Dan diresmikan pada 18 Mei 1891. Istana ini berwarna kuning yang merupakan warna khas Melayu. Dengan desain campuran Timur Tengah, India, Spanyol, Belanda dan Melayu

Istana Melayu ( sumber gmbar : Majalah Asri.com )
Baru sekali ke Istana Maimun ? Kalian jangan lupa ya untuk mencoba baju khas Melayu. Seru loh. Berasa ala - ala bangsawan Melayu gitu deh

Harga sewa baju antara 35 ribu - 60 ribu.  Untuk yang pengen berpenampilan lengkap dengan aksesoris yang bling-bling itu , kalian kudu bayar dengan harga yang 60 ribu. Biarpun hiasannya bling-bling, gak usah khawatir bakalan norak. Malah bikin bagus kok ... Serius

Sedangkan untuk sewa baju yang tarifnya 35 ribu, aksesoris yang dipakai minimalis aja

Sambil memakai baju Melayu, kalian bisa loh foto-foto di dalam istana atau halaman. Pasti bakal menambah kesan kunjungan kalian

Sekadar tips dari saya buat kalian yang mau menyewa baju Melayu , kalian pilih warna merah atau hitam saja dari sekian banyak warna yang ada. Kenapa ? Karena bakalan bagus di kamera

Kalau bisa sih jangan warna kuning, ntar gak bakal "keliatan" karena warnanya sama dengan Istana Maimunnya yang dominan kuning itu. Kurang cetar pas di foto ( pengalaman pribadi soalnya ... Hiks )

Nyesel juga dulu kenapa nyewanya baju kuning , jadi kurang cetar karena backgroundnya sama. Beda sama si kecil ..
Dan jangan lewatkan keseruan mendengar suara dari Meriam Buntung saat kalian ke Istana Maimun. Konon meriam yang pecah akibat peperangan itu, bisa mengeluarkan suara berbeda pada setiap orang yang mendengarkan

Ada suara seperti air mengalir, dentuman perang dan lain-lain. Disana akan ada seorang pemandu yang akan bercerita tentang Meriam Buntung ini


Untuk masuk melihat Meriam Buntung dan mendengar cerita dari pemandu, kalian cuman bayar 3000 rupiah aja kok

Di Istana Maimun, kalian juga bisa membeli sekadar oleh-oleh buat orang di rumah. Ada kaos, tas Aceh, sarung tenun dan masih banyak lagi. Soal harga ? Cukup terjangkau dan masih bisa ditawar juga

Jadi gak usah khawatir ya

2. MASJID RAYA AL MASHUN 

Masjid Raya Al Mashun dan Istana Maimun boleh dibilang satu paket

Bukan karena letaknya yang berdekatan. Masjid yang  juga merupakan peninggalan masa kejayaan kesultanan Deli sering muncul di TV saat adzan Maghrib

Dengan desain arsitektur perpaduan Timur Tengah, India dan Spanyol ini rasanya sayang jika tak dikunjungi

Masjid raya Al Mashun ( sumber gambar : Valentino Luis - Sky Craper )


Apalagi di akhir 2017 kemarin, Masjid Raya Al Mashun diadakan renovasi besar-besaran. Dan hasilnya tentu saja akan menambah kenyamanan jama'ah dan pengunjung

Bagi pengunjung yang beragama Muslim, bisa sempatkan sholat disana. Rasanya maknyess. Apalagi sekarang di dalam masjid utama udah dikasih AC yang dinginnya brrrr dan wangi lagi. Bikin betah deh




Disana kalian juga bisa berziarah di makam Sultan dan keluarganya yang terletak di halaman samping dan belakang Masjid Raya Al Mashun ini

Ini cerita saya saat mengunjungi Masjid Raya Al Mashun yang bisa kalian baca disini

3. TJONG A FIE MANSION 

Ke Medan, jangan lewatkan rumah saudagar kaya keturunan Tionghoa ini ya. Dengan membayar tiket seharga 35 ribu rupiah, kalian bisa menikmati keindahan rumah sang saudagar di masa silam


Tjong A Fie, adalah seorang saudagar dari tanah Tiongkok yang merupakan kebanggan masyarakat Medan. Jasanya boleh dibilang cukup banyak untuk kota Medan. Antara lain pembangunan Masjid Raya Al Mashun dan Masjid Gang Bengkok

Apa sih yang menarik dari Tjong A Fie Mansion ?


Banyak sekali yang bisa kalian dapatkan dari rumah yang terletak di Jalan Ahmad Yani ini loh

Setiap sudut di rumah megah itu, gak ada yang gak menarik buat dilihat. Sebut aja ruang tamu yang berjumlah 3.  Salah satunya ada sebuah ruang tamu khusus untuk Sultan Ma'moen Al Rashid Perkasa Alamsyah ( Sultan Deli kala itu yang merupakan sahabat Tjong A Fie )


Belum lagi kamar utama milik sang saudagar yang megah dengan perabot ukir dari luar negeri. Kamar anak perempuan Tjong A Fie , yang di dalamnya terdapat sebuah cermin cantik  ( nah yang ini bikin para cewek gak pengen melewatkan buat berfoto di depan cermin itu )

Ruang dansa yang luas dengan dihias jendela kayu. Dan dapur dengan cerobong dan perlengkapan masak kala itu

Bahkan kalian bisa melihat batu giling untuk bikin tepung beras atau tepung kacang. Itu loh mirip yang biasa kalian lihat di salah satu episode Upin Ipin

Dan ini adalah tulisan saya saat berkunjung ke Tjong A Fie Mansion untuk kedua kalinya

Kalau kalian pecinta sesuatu yang berbau vintage. Semua yang ada di Tjong A Fie Mansion bakal bikin kalian cuci mata

Salah satu sudut favorit buat foto disana

Selama menjelajahi Tjong A Fie Mansion, kalian akan ditemani oleh seorang guide yang ramah dan tak keberatan untuk membantu mengambil gambar. Dan ini bakal jadi nilai plus saat berwisata disana

4. RESTORAN TIP TOP 

Letaknya tak jauh dari Tjong A Fie Mansion, tinggal jalan kaki saja sekitar 20 meter. Maka tak ada salahnya kalian mampir buat mengisi perut di restoran bersejarah ini

Udah 3 tempat yang didatangi, pasti perut udah mulai keroncongan minta diisi

Sumber gambar Tip Top Restoran 


Di restoran yang dulu bernama Jangkie ini, kalian bisa menikmati berbagai menu pilihan seperti western food, Chinnese food dan Indonesian food

Menu populer disana seperti aneka bistik dengan sausnya yang aduhai itu, nasi goreng, sup, pancake pisang, bitterballen, nasi gulai ayam dan masih banyak lagi

Nasi Goreng Ikan Asin Tip Top 

Bistik Sapi Tip Top 

Sup Asparagus Tip Top 

Es Johor Tip Top 
Gak boleh ketinggalan juga, kalian juga harus mencoba bermacam es andalan dari Restoran Tip Top ini

Tapi karena di Restoran Tip Top ini ada beberapa menu es krim yang menggunakan rhum, so buat yang beragama Islam mending tanya dulu dengan pramusaji

Gak usah khawatir, nanti pramusaji disana dengan ramah akan memberi tahu mana saja es krim yang dibuat menggunakan rhum dan mana yang tidak memakai rhum 

Untuk es krim berbentuk scoop itu tidak menggunakan rhum. Nah teman -teman yang beragama Islam bisa mencobanya

Soes, saucy brood dan horen ( sumber gambar : Tip Top Restoran ) 
Ke Restoran Tip Top, jangan lupa buat mampir ke Bakery nya juga buat membeli aneka kue yang dipanggang dengan tungku oven kayu. Soes, Saucy Brood dan Horen jangan kalian lewatkan. Sensasi rasa yang dihasilkan oleh oven tungku kayu yang berusia sama dengan restoran ini, tentunya bakal menambah kenikmatan

Soal rasa jangan ditanya deh. Restoran yang berdiri dari tahun 1934 ini akan memuaskan lidah kalian. Yang akan kalian rindukan

Buat saya pribadi sih, Restoran Tip Top gak pernah bosan buat dikunjungi lagi. Saya pun pernah menulisnya disini ( silakan mampir dan siapkan mental melihat godaan menu disana ) 😂

5. ANEKA OLEH-OLEH DI JALAN MOJOPAHIT

Jalan - jalan udah. Isi perut juga udah

Gak boleh lupa satu ini. Oleh-oleh dari Medan buat keluarga di rumah. Nah, salah satu pusat oleh-oleh yang bisa kalian datangi adalah jalan Majapahit

Apa aja siy yang bisa dibeli di Jalan Majapahit ?

Di jalan itu, kalian bisa berbelanja di Bika Ambon Zulaikha, Bika Ambon Acai dan Sate Kerang Rahmat

Kalian juga bisa merasakan kesegaran manisan jambu di kedai Manisan Jambu Aguan



Rujak Aceh LLF juga ada di jalan Mojopahit Medan. Dan ini salah satu oleh-oleh dari Medan yang bikin ngences saking enaknya ( bisa mampir ke tulisan ini biar gak penasaran dengan segarnya rujak ini ) 

Gak ketinggalan, ada juga Risol Gogo dan Pancake Durian Corner

Rujak Aceh LLF ( sumber gambar Ig Rujak Aceh LLF ) 

Lengkap kan oleh-oleh di Jalan Mojopahit

***

Untuk bisa menjelajahi semua tempat itu, cara terbaik menurut saya adalah dengan mengendarai becak motor yang bisa kalian carter 

Kenapa ? Karena Medan itu identik dengan becak motor. Sayang kan, udah ke Medan kalau gak nyobain becak motornya yang legendaris itu

Soal tarif ? Emang siy lebih mahal ketimbang ojek online. Tapi kalian bisa menawar kok. Dan dengan uang yang kalian keluarkan buat naik becak motor itu sangaaaat worth it. Gak bakal rugi deh

Bakalan nambah sensasi keliling Medan tentunya. Saya pernah loh ngerasain serunya keliling Medan naik becak motor sama Mama yang datang dari Semarang. Dan ceritanya ada disini nih

Loh kok gak  ada Bolu Meranti ? Daripada kalian membuang waktu, bolu yang jadi salah satu oleh-oleh dari Medan paling populer ini bisa kalian beli sekalian perjalanan pulang menuju bandara. Atau beli aja di Bandara Kuala Namu, banyak kok yang jual disana. Tapi agak mahal dikit memang ketimbang di tokonya langsung

***

Udah dulu ya teman. Semoga tulisan ini bisa membantu kalian saat berkunjung ke Medan

Kutunggu kedatangan kelen ke Medan ya 

Kalau kalian penasaran kenapa gak ada Danau Toba di tulisan ini ? Karena Danau Toba itu jaraknya 4 jam dari Medan, teman. Jauh kan. Jadi kalau kalian mau ke Danau Toba, siapkan waktu yang lebih lama lagi ya

Ahoi, Horas, Mejuah Juah. Salam saya dari Medan 🤗



Share
Tweet
Pin
Share
29 comments
Older Posts

About Me

About Ibu Dila

Seorang istri dan ibu 2 anak yang belajar kehidupan dari setiap jejak langkah di negeri ini.

Search This Blog

Postingan Populer

  • Mengurus Pindah Sekolah Anak ke Luar Kota ( Berdasarkan Pengalaman Pribadi )
    Pindah lalu tinggal dan hidup di beberapa kota bukan lagi hal baru buat saya dan keluarga. Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana memili...
  • Jalan-jalan Minggu ke Bagan Percut
    Pasar Ikan Bagan Percut, Deli Serdang Suami sudah beberapa kali mengajak saya ke Bagan Percut. Tapi entah selalu saja belum ter...
  • Museum Perkebunan Indonesia, Menghubungkan Masa Lalu dan Masa Depan
    Museum ? Saya suka sekali dengan museum. Kali ini kunjungan kami sekeluarga adalah ke Museum Perkebunan Indonesia Museum yang terl...
  • Seseruan Bermain di Taman Budaya Resto, Tanjung Morawa
    Restoran ini jaraknya dekeeet banget dari rumah. Nyomot perkataan kawan saya , resto ini tetangga sebelah rumah aja. Padahal udah setahun ...
  • Buka puasa di Pondok Telaga Ikan, Kuala Namu
    Mulai awal minggu lalu pas papanya luar kota, pengen banget makan di luar. Pengen ini pengen itu tapi apa daya gak bisa nyetir *makan...

Follow Us

  • Facebook
  • Instagram
  • Google Plus

Categories

  • Banjarmasin
  • Jakarta
  • keluarga
  • kuliner
  • Lebaran
  • liburan
  • lomba blog
  • Medan
  • mudik
  • My Story
  • Novel
  • Pekanbaru
  • Review
  • Semarang

Hai, saya ingin jadi kawan kalian. Ikuti ceritaku yuk...

Blog Archive

  • August (1)
  • July (1)
  • May (2)
  • April (1)
  • March (3)
  • February (3)
  • January (3)
  • December (7)
  • November (11)
  • October (9)
  • September (5)
  • August (5)
  • July (5)
  • June (9)
  • May (8)

Member of Blogger Perempuan

Member of Blogger Perempuan

Member Of Kumpulan Emak Blogger

Member Of Kumpulan Emak Blogger
Instagram Facebook

Created with by ThemeXpose

Customized with by DuniaQtoy