Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan komentar di blog ini . Powered by Blogger.
  • Home
  • Contact Me
  • About Me
  • Category
    • KULINER
    • LIBURAN
    • LOMBA BLOG
Facebook Google Plus Instagram

Ibu Dila

Setiap langkah adalah berharga

Bandeng Duri Lunak yang sudah digoreng ( sumber gambar : MyOlehOleh.wordpress.com )

Hidup menjadi seorang perantau yang jauh dari kampung halaman terkadang membuat orang jadi bisa. Ya the power of kepepet lebih tepatnya

Siapa siy yang gak kenal Bandeng Duri Lunak khas Semarang ? Saya gak akan bilang Bandeng Presto®, karena Bandeng Presto® adalah merek dagang salah satu toko bandeng duri lunak di jalan Pandanaran Semarang

Beli yang segar, gak mungkin dong. Bisa busuk nanti di jalan. Beli yang vakum ? Udah beberapa kali, tapi tetep ya. Enakan ya segar menurut saya

Mau gak mau, jurus terakhir jadi andalan ... Bikin sendiri

Dan ini dia resep bandeng duri lunak yang biasa saya masak di rumah

Bahan :
Ikan Bandeng ( pilih yang 1 kg berisi 5 ekor, supaya tidak memotong dan pas dengan ukuran panci di rumah )

Bumbu halus :
- Bawang Merah
- Bawang Putih
- Kemiri
- Jahe
- Kunyit
- Garam

+ Ragi tape 1 butir
( supaya ikan bandeng seratnya lebih terlihat dan kesat setelah matang )

Bahan alas :
- Daun Pisang Batu
- Daun Salam
- Daun Jeruk
- Daun Sereh

Cara buatnya :

1. Buang isi perut ikan bandeng, tanpa membuang ingsang. Sisik tetap dipertahankan.  Cuci bersih


Tujuannya supaya kepala ikan tidak hancur saat dikukus di panci tekanan tinggi. Dan ikan tetap cantik setelah matang

2.  Bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe dan kunyit dihaluskan. Ragi dihancurkan dengan cara digeprek saja

3. Ikan dibumbui dan diberi garam. Diamkan sekitar 1,5 jam

4. Siapkan panci tekanan tinggi yang telah diisi air di bagian bawah dan diberi sarangan

Untuk panci tekanan tinggi Maxim seperti milik saya, di bagian bawah panci harus diberi ganjalan. Saya menggunakan batako ukuran kecil karena panci Maxim tidak ada lekukan di bagian dindingnya, dan sarangan akan jatuh ke dasar 

5. Beri alas daun pisang, daun salam, daun jeruk dan daun sereh yang sudah digeprek

6. Letakkan ikan di atas tumpukan daun. Sisa bumbu dilumuri di atas badan ikan



7. Tutup ikan dengan daun-daunan seperti alas tadi. Jika masih cukup beri ikan lagi dan tutup lagi dengan daun-daunan itu

8. Nyalakan kompor dengan api besar dahulu saat meletakkan panci tekanan tinggi di atas kompor

9. Tunggu hingga bunyi " Ngiiiing " khas panci bertekanan tinggi keluar yang ditandai dengan uap yang mulai terlihat

10. Kecilkan api menjadi ukuran sedang

11. Biarkan masak hingga 2 jam setelah uap keluar pertama kali

12. Matikan kompor, biarkan uap hilang dahulu. Membuka panci saat uap masih ada, tidak akan bisa

13. Buka tutup panci


14. Angkat ikan satu persatu setelah ikan benar-benar dingin. Mengangkat saat panas, bisa menyebabkan ikan hancur

15. Siap disimpan di chiller kulkas untuk 2 minggu ke depan

Bandeng duri lunak yang telah masak, bisa digoreng dengan dibalur kocokan telur. Dan siap untuk lauk makan kita bersama sambal terasi

Gimana resep saya?  Simpel kan

Ayuk coba di rumah 😊😊



Share
Tweet
Pin
Share
11 comments
Sumber gambar : Pixabay

Timeline di sosmed Rabu kemarin diwarnai dengan #JokowiMantu, bikin saya pengen cerita tentang pernikahan di kota-kota yang saya tinggali

Yang akan saya ceritakan adalah saat saya menghadiri sebuah resepsi pernikahan. Apa hidangannya, kapan waktu penyelenggaraannya, berapa kali pengantin berganti kostum hingga saat bersalaman dengan pengantin

Untuk rangkaian adat, saya gak akan cerita disini ya. Ntar bisa tambah panjang aja tulisan saya ini.  Ini aja saya yakin bakal panjang ... Hihi

***

Gimana serunya saya menghadiri resepsi pernikahan di kota-kota ini,  check it out :

1. Semarang


Sumber gambar : Oknusantara.com
Kota kelahiran saya. Pernikahan di Semarang biasa diadakan di rumah atau gedung. Hari Sabtu atau Minggu biasa jadi pilihan utama para pengantin untuk menggelar acara resepsi. Di Semarang, pernikahan di rumah biasa diadakan sekitar jam 11.00 - 13.00 atau jam 12.00 - 14.00

Untuk acara di gedung jika acara diadakan pada siang hari, jamnya sama dengan di rumah. Atau bisa juga diadakan jam 19.00-21.00

Hidangan ? Di Semarang tidak ada hidangan khas menurut saya. Hidangannya bersifat nasional. Bisa dari masakan Jawa seperti tengkleng. Atau masakan dari daerah lain seperti empek-empek kadang juga ada. Sate ayam Madura, soto ayam, sup, ayam goreng, bistik lidah, salad buah dan lain - lain. Tergantung selera pengantin

Jika pihak pengantin mempunyai dana lebih, terkadang mereka menghidangkan menu internasional

Untuk bersalaman, para undangan  sebelum makan wajib bersalaman dahulu dengan pengantin. Maka tak heran jika jumlah undangannya banyak, bisa memakan waktu 1 jam untuk antri salaman

Bulan Muharram atau Suro menurut orang Jawa, bukan pilihan kebanyakan pengantin di Semarang dalam menyelenggarakan pernikahan

2. Kediri

Sumber gambar : Pinterest
Kota yang terletak di selatan pulau Jawa ini, memiliki kedekatan budaya dengan Jawa Tengah bagian selatan seperti Solo. Tak heran jika pernikahan di Kediri pun, hampir mirip dengan di Jawa Tengah. Baik pilihan menu ( kecuali rawon yang hampir ada di setiap menu resepsi pernikahan Kediri ), jam resepsi atau kapan saat bersalaman dengan pengantin

Karena Kediri termasuk kota kecil, resepsi yang diadakan di desa biasanya lebih panjang waktu resepsinya. Bisa sampai malam

Bulan Muharram atau Suro tidak banyak dipilih untuk mengadakan hajatan pernikahan

3. Banjarmasin

Sumber gambar : Pinterest

Ibukota Kalimantan Selatan, kota inilah yang pertama kali membuka mata saya tentang betapa kayanya budaya di Indonesia

Rangkaian pernikahan di Banjarmasin, biasanya mempunyai hari akad nikah dan resepsi yang berbeda. Dengan selang waktu seminggu hingga sebulan biasanya

Menu khas Banjar biasa ditemui di resepsi pernikahan. Seperti ayam bumbu habang ( bumbu habang adalah sambal dari cabe merah kering ), soto Banjar, karih ayam atau daging dan yang paling saya sukai acar khas Banjar

Acar di Banjar sangat khas sekali. Terbuat dari kol dan wortel yang diiris tipis ditambah bawang merah dan cabe rawit. Rasanya maknyuss

Resepsi di Banjarmasin biasanya diselenggarakan hari Sabtu atau Minggu. Antara jam 9.00 - 14.00. Waktu yang lumayan panjang itu diperlukan, karena rata-rata pengantin di Banjarmasin berganti kostum pernikahan 2-3 kali saat resepsi. Ada baju adat dan gaun internasional berwarna putih

Acara resepsi malam, biasanya diadakan di hotel. Itu jika memiliki dana lebih

Di pelaminan, pengantin Banjarmasin juga biasanya terdapat kue tart bertingkat. Yang nantinya akan dipotong oleh mempelai

Saat bersalaman dengan pengantin, biasanya setelah tamu makan dan akan pulang

4. Samarinda

Kota yang merupakan ibukota dari Kalimantan Timur ini, adalah kota dengan banyak suku yang tinggal di dalamnya. Salah satu yang terbanyak adalah suku Banjar. Tak heran jika pernikahan di Samarinda boleh dibilang serupa dengan di Banjarmasin. Hidangannya, bajunya dan lain-lain

Untuk pendatang dari  Jawa hidangannya pun bernuansa Banjar. Bedanya adalah jika yang menikah orang Jawa, baju adat dan rangkaian adatnya tetap bernuansa Jawa

Sedangkan pernikahan dari suku Bugis yang juga cukup banyak jumlah penduduknya di Samarinda, saya tidak bisa cerita. Karena belum pernah dapat undangan saat saya disana

5. Pekanbaru 

Baju pengantin Melayu ( sumber gambar : PoetraFoto.com )

Ibukota propinsi Riau ini, kebanyakan penduduknya adalah Melayu dan pendatang dari Minang. Tak heran jika pernikahan disana, rata - rata hidangannya adalah  masakan Melayu dan Minang. Seperti gulai nangka atau gulai daun ubi plus ikan salai, gulai kambing, rendang, urap, sate Padang, ayam Pop, salai ikan cabai hijau dan ayam semur.

Pengantin Minang ( sumber gambar : Wikipedia )
Di Pekanbaru, hidangan pernikahan  seperti roti jala yang disiram kuah manis ( terbuat dari durian, santan dan gula merah )  atau kuah kari ayam dan es air mata pengantin ( terbuat dari serutan timun, biji selasih dan diberi sirup ) juga gak boleh tertinggal

Pernikahan di Pekanbaru biasanya diadakan dari jam 12.00 hingga Maghrib

Untuk orang Jawa disana, yang berbeda hanya pada rangkaian adat dan bajunya. Hidangan sudah seperti Melayu dan Minang

Ketan kuning diletakkan di pelaminan juga tidak boleh tertinggal. Setelah makan, para tamu baru bersalaman dengan pengantin sekaligus pamit pulang

Berganti kostum dari baju adat menjadi gaun putih atau yang biasa disebut Selayar, juga biasa dilakukan di Pekanbaru saat resepsi

6. Jakarta

Sebagai ibukota negara dan penduduknya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Di Jakarta berbagai macam pernikahan bisa kita jumpai

Keberagamannya membuat tidak ada yang paling khas saat pernikahan di Jakarta. Jika pengantin dari Sunda, maka akan ada karedok. Jika pengantin dari Jawa, biasanya ada tengkleng. Dan masih banyak lagi

Penyelenggaran resepsi pun biasanya 2 jam saja, seperti di Semarang. Mengingat gedung pernikahan di Jakarta biasanya dalam 1 hari bisa dipakai 2 kali pernikahan. Apalagi saat tanggal cantik

Pengantin Betawi ( sumber gambar : Deniek G. Sukarya )
Pada pernikahan Betawi sebagai penduduk asli Jakarta, agak lebih berbeda. Jika diselenggarakan di pinggiran Jakarta yang masih bernuansa khas perkampungan Betawi dengan halaman yang luas dan pohon rindang

Jam acara resepsi lebih panjang, bisa sampai Maghrib. Hiburan khas Betawi juga meramaikan suasana. Dengan hidangan khas Betawi seperti soto Betawi, semur jengkol atau kadang ada juga kerak telor

7. Medan

Ibukota Sumatera Utara ini cukup spesial buat saya saat menghadiri resepsi pernikahan

Ada 2 jenis resepsi pernikahan di Medan menurut saya. Pernikahan suku Batak beragama Kristen / Katolik dan pernikahan Muslim ( dari semua suku yang ada di Medan )

Pernikahan Batak beragama Kristen atau Katolik

Pada pernikahan ini, hidangan yang disajikan adalah masakan khas Batak . Seperti babi rebus yang akan dibagi ke para undangan dan ikan arsik yang khusus diberikan kepada pengantin

Para tamu akan duduk bersama di meja dan makan bersama sembari MC membagi babi rebus dengan memanggil masing-masing marga

Acara biasanya diadakan di gedung pertemuan pada hari Sabtu siang. Hari Minggu bukan pilihan untuk menyelenggarakan acara pernikahan karena pada hari itu ada ibadah di gereja

Suasana pernikahan Batak Kristen atau Katolik ( sumber gambar: Mamak Turheni Sinurat )

Lalu bagaimana dengan tamu beragama Muslim ?

Jangan khawatir, untuk tamu beragama Islam disediakan areal khusus untuk duduk yang terletak di lantai 2 gedung pertemuan

Saat saya menghadiri pernikahan tetangga sebelah rumah. Nasi kotak berwarna pink saya ambil sebelumnya di lantai 2 gedung pertemuan, yang memang dikhususkan untuk tamu Muslim ( sumber gambar : dokumen pribadi )

Hidangan juga gak perlu dikhawatirkan, untuk tamu beragama Islam diberikan nasi kotak yang khusus dipesan di rumah makan Minang

Jadi terjamin kehalalannya kan. Bisa dimakan di tempat atau dibawa pulang

Pernikahan Muslim

Di Medan yang merupakan kota dengan banyak suku, pernikahan diselenggarakan tergantung asal suku pengantin. Untuk acara adat dan baju masih mengikuti asal daerahnya

Tapi soal hidangan rata-rata di Medan masakannya hampir sama. Ada rendang, sambal kentang, sup ( yang rasa mericanya cukup kuat ), ayam semur dan daging dendeng. Ada juga sate Padang dan roti jala kuah kari

Waktu pernikahan biasanya Sabtu atau Minggu dari jam 12.00 hingga Maghrib. Tamu biasanya menyukai datang diatas jam 14.00 atau setelah Ashar

Di Medan, pengantin juga berganti kostum saat acara resepsi. Misal dari baju adat Jawa menjadi Melayu

Bersalaman pun di Medan dilakukan setelah selesai makan

Selain 2 pernikahan di atas, di Medan juga ada pernikahan ala India Tamil dan Chinesse

***

Dari berbagai daerah yang pernah saya tinggali itu, beberapa daerah menyebut PERGI KE PESTA saat datang ke resepsi pernikahan. Seperti di Pekanbaru dan Medan 

Di kota-kota itu saya beberapa kali juga pergi ke pernikahan orang Chinesse. Rata-rata siy sama ya. Duduk di meja bundar dengan 8 - 10 hidangan yang akan datang. Resepsi di gedung atau hotel diadakan pada malam hari. Hidangan diambil dari katering yang halal mengingat tamunya juga banyak dari orang Muslim 

***

Udah dulu ya cerita saya tentang pernikahan yang pernah saya datangi di berbagai kota itu. Semoga bisa menambah wawasan teman-teman semua 

Silakan berkomentar yang baik. Pliss jangan SARA  








Share
Tweet
Pin
Share
8 comments



Tulisan ini saya persembahkan khusus untuk almamater saya, SMA 3 Semarang.  Yang pada tanggal 1 November 2017 ini berumur 140 tahun

Badak Sambel ? Kayak gak ada hubungannya ya. Yang satu nama hewan. Satu lagi pelengkap makanan

Dalam bahasa Semarang, Badak punya arti lain selain nama hewan. Badak adalah nama lain Bakwan buat wong Semarang

Di SMA 3 Semarang, ada satu makanan yang menjadi legenda buat yang pernah bersekolah disana. Namanya Badak Sambel

Saking legendarisnya, badak sambel jadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari SMA 3 Semarang

***
Jajanan badak sambel ini dari generasi ke generasi, selalu jadi buruan saat istirahat tiba. Meski banyak pilihan lain seperti nasi ayam suwir, bakso, soto atau pecel

Badak sambel tetap juaranya

Bentuknya siy sederhana saja. Badak Sambel khas SMA 3 Semarang adalah bakwan goreng yang disiram dengan bumbu pecel

Sang badak atau bakwannya ya seperti bakwan sayur pada umumnya. Terbuat dari campuran tepung, wortel dan kol yang diiris tipis. Lalu digoreng

Badak atau bakwan yang telah matang itu lalu dipotong kecil dan terakhir disiram bumbu pecel

Sederhana sekali kan ?

Soal harga, yah sesuai dengan kantong siswa SMA lah. Seporsi badak sambel pun lumayan buat mengisi perut siswa yang kelaparan

Sumber gambar : Google 

Cerita juga banyak terukir dari jajanan ini ...

Berdesak - desakan saat di kantin
Teriakan minta cepat diladeni oleh pemilik kantin karena jam istirahat udah mau habis
Pas mau bayar eh uang gak cukup, jadi bayar sisanya besok lagi
Selesai makan lalu keluar kantin, bau khas antara keringat dan asap masakan di kantin menempel di baju

Ngobrol syantik dengan kawan se gang
Belum lagi yang pas SMA udah punya pacar, janjian ketemu terus makan di kantin
Atau kalau gak punya pacar, bisa ngelirik gebetan
Bahkan menjadi salah satu tempat pelarian saat cabut pelajaran, selain bank daerah di depan sekolah  ... Upps

Gelak canda tawa riang bersama kawan,  itu yang akan selalu diingat

Meski sekarang kantin sekolah tak lagi sempit. Dan sudah seperti food court di supermarket. Tetap saja, sang Badak Sambel menjadi idola buat para Ganesha  SMA 3 Semarang


" Selamat Ulang Tahun SMA 3 Semarang yang tercinta. Terus melahirkan generasi terbaik negeri ini. Saya bangga menjadi bagian dari Alste " ❤❤❤


Sumber gambar :
- Badak Sambel dari Ig kawan SMA @ikamartha. Makasih udah bolehin gambarnya diambil, say




Share
Tweet
Pin
Share
9 comments


Assalamu'alaykum, semua. Lagi ngapain niy ? Temans,  udah pada masak belum. Mumpung ingat, kali ini saya mau bagi resep sayur sederhana yang saya suka dari kecil dulu

Nama masakan yang mau saya bagi adalah Sayur Bobor. Bukan bubur ya ... Hihihi. Sayur Bobor ini cukup terkenal di kampung halaman saya, Semarang. Ya seperti rata-rata masakan khas Jawa Tengah. Sayur ini mempunyai rasa asin, gurih dan sedikit manis. Sekilas siy mirip lodeh tapi gak ada rasa pedasnya karena gak pakai cabai

Kebetulan niy beberapa hari lalu, saya nemu daun labu yang ijo menggoda dengan bentuk ada keriting-keritingnya itu. Kepikiran paling enak ya dibuat Sayur Bobor aja. Apalagi akhir-akhir ini cuaca sering hujan,  cocok deh kalau buat sayur itu

Yang belum tau kayak apa siy daun labu itu.  Seperti ini bentuknya

Daun Labu ( sumber gambar : google )

Yuk cuss ke pembuatan Sayur Bobor ...

Ini dia bahannya :
- Daun labu
- Kacang panjang
- Labu Siam
- Santan

( Biasanya Sayur Bobor memakai bayam atau kangkung. Cuman saya suka memakai daun labu ditambah kacang panjang dan labu siam )

Bumbu :
- Bawang merah
- Bawang putih
- Kemiri
- Kencur
- Ketumbar
- Lengkuas
- Daun salam
( semua bumbu dihaluskan, kecuali lengkuas dan daun salam  )

Jangan ketinggalan juga, garam dan gula putih

Caranya masaknya juga cukup mudah. Ini dia :
- Siapkan air buat direbus sampai mendidih
- Masukkan bumbu setelah air mendidih
- Lanjutkan dengan santan
- Masukkan sayur yang sudah dipotong dan dicuci bersih
- Terakhir taburkan garam dan gula putih

Jadi deh, simpel kan? Karena sayur ini rasanya ringan meski bersantan. Anak-anak pasti suka. Kalau di rumah, krucils suka minta tambah

Have a nice day,  temans. Semoga yang lagi gak ada ide mau masak apa. Postingan ini bisa buat tambahan ide masak di rumah ...

Salam




Share
Tweet
Pin
Share
13 comments

Yuk Muter-Muter Semarang

Tiga tahun gak mudik ke Semarang, kota kelahiran saya. Di tahun 2016 lalu saya mudik kesana. Banyak perubahan yang saya lihat dari kota Semarang. Hotel-hotel baru mulai muncul, taman-taman kota yang terlihat ditata cantik, kawasan Simpang Lima yang mulai diramaikan dengan sepeda kelap-kelip di malam hari, belum lagi pedagang kaki lima yang mulai tertata dan memiliki tempat khusus untuk berdagang serta Lawang Sewu yang mejadi ikon Semarang terlihat makin mempesona

Di hari terakhir kunjungan saya ke Semarang lalu saya manfaatkan untuk mengunjungi Lawang Sewu. Parkir di ruko jalan Pandanaran tepat di seberang Katedral. Puas keliling Lawang Sewu, saya pun beranjak ke jalan Pandanaran hendak mencari oleh-oleh. Sempat berpikir untuk memindahkan mobil untuk parkir lebih dekat dengan toko oleh-oleh. Oleh bapak penjaga parkir disana saya malah diarahkan untuk menggunakan Shuttle Bus saja. Kebetulan shelter nya tepat berada di depan ruko Pandanaran.

***

Alhamdulillah, rupanya saya tak perlu menunggu. Karena shuttle bus sudah ada disana, dengan tulisan Yuk Muter-Muter Semarang. Di shelter tersebut telah menunggu seorang petugas berbaju batik khas Jawa Tengah tampak rapi dengan membawa walkie talkie di tangannya. Kami pun dipersilahkan naik mobil. Dari dalam mobil terlihat ada tulisan GRATIS tepat di kaca belakang

Saya pikir kami akan menunggu penumpang hingga penuh. Rupanya begitu kami duduk, shuttle bus milik Pemko Semarang langsung membawa kami ke toko oleh-oleh. Bus yang berkapasitas 16 orang penumpang ini sangat sejuk dan wangi, cocok untuk cuaca Semarang yang ketika itu panas. Oleh bapak sopir pun kami ditanya hendak kemana, saya jawab saja mau beli bandeng Juwana tapi bukan di toko pusatnya. Dan kami pun diturunkan di shelter depan toko Dyriana

Setelah selesai berbelanja, kami pun kembali ke shelter. Dengan bawaan yang cukup banyak dan berat, pegawai toko dan petuga shelter pun membantu membawakan barang kami. Tak seperti saat berangkat, saat kembali ke ruko Pandanaran kami harus menunggu. Gak lama hanya 1 menit. Dari walkie talkie terdengar bahwa ada penumpang lain yang akan naik juga

Penumpang yang bersama kami

Adik sangat menikmati shuttle bus ini

Bapak , ibu dan 2 orang anak lelakinya pun naik. Shuttle bus pun berangkat. Mereka memilih turun di Museum Mandala Bhakti. Sedangkan kami turun di ruko Pandanaran

Terima Kasih atas pelayanannya , shuttle bus Pemko Semarang

Namun sayang, keberadaan shuttle bus gratis yang sudah ada sejak akhir 2014 ini belum maksimal. Banyak masyarakat yang tidak mau memanfaatkannya. Akibatnya masih ada saja yang memarkirkan kendaraannya di jalan. Padahal shuttle bus yang disediakan pemko Semarang ini  fasilitasnya cukup nyaman loh. Dan sangat membantu masyarakat yang akan berbelanja di pusat oleh-oleh Pandanaran Semarang

Yuk yang mau belanja oleh-oleh di kawasan Pandanaran, manfaatkan shuttle bus GRATIS ini. Pokoknya wooookeee ...


Share
Tweet
Pin
Share
8 comments
Older Posts

About Me

About Ibu Dila

Seorang istri dan ibu 2 anak yang belajar kehidupan dari setiap jejak langkah di negeri ini.

Search This Blog

Postingan Populer

  • Mengurus Pindah Sekolah Anak ke Luar Kota ( Berdasarkan Pengalaman Pribadi )
    Pindah lalu tinggal dan hidup di beberapa kota bukan lagi hal baru buat saya dan keluarga. Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana memili...
  • Jalan-jalan Minggu ke Bagan Percut
    Pasar Ikan Bagan Percut, Deli Serdang Suami sudah beberapa kali mengajak saya ke Bagan Percut. Tapi entah selalu saja belum ter...
  • Museum Perkebunan Indonesia, Menghubungkan Masa Lalu dan Masa Depan
    Museum ? Saya suka sekali dengan museum. Kali ini kunjungan kami sekeluarga adalah ke Museum Perkebunan Indonesia Museum yang terl...
  • Seseruan Bermain di Taman Budaya Resto, Tanjung Morawa
    Restoran ini jaraknya dekeeet banget dari rumah. Nyomot perkataan kawan saya , resto ini tetangga sebelah rumah aja. Padahal udah setahun ...
  • Buka puasa di Pondok Telaga Ikan, Kuala Namu
    Mulai awal minggu lalu pas papanya luar kota, pengen banget makan di luar. Pengen ini pengen itu tapi apa daya gak bisa nyetir *makan...

Follow Us

  • Facebook
  • Instagram
  • Google Plus

Categories

  • Banjarmasin
  • Jakarta
  • keluarga
  • kuliner
  • Lebaran
  • liburan
  • lomba blog
  • Medan
  • mudik
  • My Story
  • Novel
  • Pekanbaru
  • Review
  • Semarang

Hai, saya ingin jadi kawan kalian. Ikuti ceritaku yuk...

Blog Archive

  • August (1)
  • July (1)
  • May (2)
  • April (1)
  • March (3)
  • February (3)
  • January (3)
  • December (7)
  • November (11)
  • October (9)
  • September (5)
  • August (5)
  • July (5)
  • June (9)
  • May (8)

Member of Blogger Perempuan

Member of Blogger Perempuan

Member Of Kumpulan Emak Blogger

Member Of Kumpulan Emak Blogger
Instagram Facebook

Created with by ThemeXpose

Customized with by DuniaQtoy