Jumpa lagi dengan saya di postingan kali ini
Kemarin saya kok mendadak pengen cerita, pengalaman saya raun - raun naik becak motor di Medan sama Mama saya. Yang belum tau apa itu raun -raun, saya kasih tau nih
Raun - raun itu dalam bahasa Medan artinya jalan -jalan. Mungkin diambil dari Bahasa Inggris " round " . Karena lidah orang Indonesia agak belibet ngucapin " round " jadilah raun. Selain raun - raun, masih banyak lagi bahasa Medan yang cukup unik
Seperti apa keunikan bahasa Medan, yuk mampir ke postingan saya yang ini
***
Sabtu itu suami kebetulan ada acara di kota jadi gak bisa antar kami. Ya udah saya ajak Mama buat naik becak motor aja dari tempat acara suami di Hotel Grand Aston City Hall
Dan ini jadi pengalaman saya pertama naik becak motor di tengah kota Medan, karena selama ini hanya di komplek atau sekolah adik aja
Dengan titik start di samping hotel, pagi itu saya menyetop sebuah becak motor yang lewat. Abang becak yang sedang melaju cukup kencang itu, segera menepikan becak motornya
" Bang, bisa antar kami ke jalan Mojopahit ? Tapi sebelumnya sarapan dulu di Soto Sinar Pagi. Berapa tarifnya , Bang ?" tanya saya. " Aduh, berapa ya ? Terserah aja mau kasih berapa " tanya Abang becaknya. "Seratus ribu gimana ?" tanya saya. " Iya ... iya " katanya sumringah. " Nyetirnya jangan ngebut ya, Bang " kata saya sebelum naik becak motor
Bertiga kami naik ke becak motor. Sambil jalan, saya tanya siapa nama Abang itu. Ternyata namanya Ponco, orang Jawa. Jadilah saya dan Mama memanggilnya Mas Ponco. Rumahnya di Tembung tapi biasa mangkal di Lapangan Merdeka ( dekat dengan hotel tempat kami menyetop becaknya )
Dan sepanjang perjalanan kami, Mas Ponco cukup ramah dan paham tentang sejarah tempat - tempat yang saya tanyakan. Agak terkejut juga saya. Dua jempol deh pokoknya
Pemberhentian pertama kami di Soto Sinar Pagi yang legendaris itu. Kedai soto yang terletak di jalan Sei Deli Medan itu terlihat tidak terlalu mencolok. Berada di pojokan jalan dan terlihat cukup ramai
Begitu masuk, saya langsung ditawari mau makan soto apa. Daging ayam atau lembu ( biasa orang Medan menyebut sapi ). Soto babat atau paru juga ada. Dan kami pun memilih soto daging lembu tanpa jeroan. Harga 30 ribu per porsi soto. Untuk nasi putih 5 ribu
![]() |
| Soto Sinar Pagi yang legendaris itu |
Soto Sinar Pagi ini rasanya enak. Meski memakai santan tapi rasanya segar loh. Gak heran kedai soto yang sudah berdiri hampir 50 tahun ini tetap ramai dikunjungi orang. Jangan lewatkan tempat kuliner ini deh kalau ke Medan
![]() |
| Agar- agar dingin ini disajikan 3 buah dalam satu piring stainless steel |
| Deretan minuman di dinding, salah satu yang khas di Medan ini adalah minuman Cap Badak |
Selesai sarapan di Soto Sinar Pagi, kami pun melanjutkan perjalanan. Rupanya kami melewati Kuil Shri Mariaman, sebuah kuil tempat ibadah umat Hindu India
Tempat yang biasanya saya lihat saat pulang dari Sun Plaza. Saya pun minta Mas Ponco untuk berhenti sebentar. Tepat di pintu masuk, seorang ibu berusia kira - kira setengah abad meminta kami melepas alas kaki. Saya pun meminta ijin buat masuk ke halaman kuil. Dan oleh ibu tersebut kami diijinkan
Bau duba untuk sembahyang mereka menyeruak sejak pintu masuk. Dari luar saya lihat tak banyak orang di dalam kuil. Hanya satu dua orang saja. Dan ada seorang pria di luar sedang bersembahyang. Orang India memang cukup lumayan jumlahnya di Medan ini dari jaman dulu, tak heran jika kuil ini berada di tengah kota letaknya. Setelah mengambil beberapa gambar, saya pun permisi keluar
![]() |
| Di halaman Kuil Shri Mariaman Medan |
![]() |
| Pernikahan Shri Laxmi |
Tujuan kami pertama di Bika Ambon Zulaikha. Sebuah toko dengan dominasi warna kuning itu jadi tempat Mama mencari bika Ambon dan teri nasi. 2 kg teri nasi kering dan 2 bika Ambon rasa keju pun dibawa pulang
Masih di jalan yang sama, kami pun berhenti di Risol Gogo. Di hari yang sudah beranjak siang itupun, antrean pembeli sudah terlihat duduk berderet di depan penggorengan. Daripada lama menunggu, saya pun memilih risol yang belum digoreng. Antrenya gak sebanyak yang udah digoreng
Harganya sama aja 2250 rupiah per bijinya
![]() |
| Antri di Risol Gogo |
Kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke hotel untuk ketemu suami. Ternyata raun - raun naik becak motor di pusat kota Medan itu menyenangkan loh. Semilir angin sambil lihat gedung-gedung bersejarah di kota Medan. Aiiish sedapnya. Jadi pengen ngajak si kakak dan suami keliling pusat kota Medan naik becak motor deh
Yuk cerita pengalaman teman- teman yang pernah naik becak motor di Medan dong. Salam ...










