Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Mengajak anak ke museum, kenapa gak ?

Adik   : Ma, liat ada planet-planet ( sambil berteriak )
Saya   : Eh iya. Adik tinggal dimana planet mana  hayo ?
Adik   : Tuuuuh  ( sambil menunjuk ke neon box )
Saya   : Planet nomer berapa coba dari matahari ?
Adik   : Satu ... dua ... tiga
Saya   : Good job. Pinter

Lihat betapa semangatnya adik saat berkunjung ke Museum Negeri Sumatera Utara beberapa waktu lalu

Apa yang terlintas saat mendengar kata museum ? Hmmm, pasti banyak yang langsung mengeryitkan dahi kalau diajak ke museum. Yang membosankan lah, serem lah, gitu-gitu aja, gak seru ... masih banyak lagi alasan kenapa gak mau ke museum





Anak-anak pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Penasaran dengan segala hal. Pengen tahu ini itu. Rasa ingin tahu yang besar itulah yang justru kita manfaatkan untuk mengajak mereka ke museum

Museum bukanlah hal yang baru bagi kami sekeluarga. Pengalaman pertama mengajak Kakak ke museum ketika usianya 1 tahun. Museum Bung Karno di Blitar, disitulah pertama kali Kakak menge…

Sejenak menikmati keindahan Taman Bunga Tjong Yong Hian

Siapa Tjong Yong Hian?  Tjong Yong Hian adalah kakak dari Tjong A Fie. Namanya memang tidak populer, tetapi jejak sejarahnya masih bisa dilihat sampai sekarang. Salah satunya yang banyak orang tahu adalah jembatan Kebajikan yang dibangun oleh Tjong Yong Hian di jalan Zainul Arifin dekat Cambridge Building Medan



Seperti dirangkum dari beberapa sumber. Tjong Yong Hian lahir di propinsi Guangdong, China Selatan tahun 1850. Terlahir dari keluarga sederhana, anak kedua dari enam bersaudara ini adalah anak yang cerdas. Dan di usianya yang masih belia sudah memulai bisnis

Tahun 1867, Tjong Yong Hian berangkat  mengarungi Laut China Selatan. Tjong Yong Hian bekerja untuk seorang pedagang dan pemilik toko yang sukses

Tjong Yong Hian di usia 20 tahun telah mempunyai tabungan dalam jumlah yang cukup. Uang tabungan itu digunakan sebagai modal untuk usaha sendiri. Usahanya pun dimulai di Tanah Deli. Bisnis berkembang pesat mulai dari perdagangan, perkebunan, real estate, pelayaran dan perbankan

D…

Bahasa Medan memang ajiiib

Ahoy ... Horas ... Mejuah-juah

Tiga kata di atas adalah salam yang biasa digunakan di kota Medan. Ahoy merupakan salam dari suku Melayu yang notabene merupakan suku asli di Medan ini. Horas adalah sapaan salam dari suku Batak Toba ( sapaan salam ini yang  paling terkenal ) dan Mejuah-juah adalah salam khas dari suku Karo

Medan, penduduknya yang terdiri dari beberapa suku dan etnis. Menurut Wikipedia ada orang Melayu, Jawa, Batak Toba, Karo, Mandailing, Angkola, Minangkabau, Aceh, Tamil India dan Tionghoa.

Orang yang belum pernah ke Medan akan berpikir bahwa bahasa Medan adalah bahasa Batak. Padahal bukan.  Medan punya bahasa sendiri yang cukup unik yaitu bahasa Melayu yang berpadu dengan suku dan etnis yang tinggal di Medan ini. Dan tak sedikit mempunyai kata yang sama tetapi berbeda arti dengan bahasa Indonesia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Ini adalah uniknya bahasa Medan dalam bentuk doodle Pic Art yang saya buat setelah 2 tahun ini tinggal di Medan, yang sampai sekarang terk…