Langsung ke konten utama

Mengurus Pindah Sekolah Anak ke Luar Kota ( Berdasarkan Pengalaman Pribadi )

Pindah lalu tinggal dan hidup di beberapa kota bukan lagi hal baru buat saya dan keluarga. Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana memilih sekolah baru buat anak di luar kota dan prosedur saat anak harus pindah sekolah mengikuti tugas orangtua

Dulu ketika anak masih belum memasuki usia sekolah, saat harus mengikuti tugas suami prioritas utama adalah mencari rumah. Begitu rumah yang diharapkan sudah didapatkan, beres. Barang tinggal diangkut. Nah ketika anak sudah memasuki usia sekolah,  artinya urusan sekolah juga harus masuk prioritas saat akan pindah 

2010 pindah TK dari Banjarmasin ke Samarinda


Perpisahan TK di Samarinda dan sempat merasakan sekolah di SD selama 1 bulan. Saat pindah belum ada raport



Saat memilih sekolah yang baru untuk anak, ini yang harus diperhatikan : 

1. Tidak terlalu jauh dengan rumah ( terutama buat anak TK atau SD )  

Berhadapan dengan lingkungan baru adalah adaptasi buat anak. Saat memilih sekolah yang letaknya masih terjangkau dari rumah, itu akan memudahkan anak dalam mengenali lingkungan barunya. Anak akan lebih cepat menghafal dimana rumah serta rute jalan yang dilaluinya dari rumah ke sekolah

2. Mutu sekolah jika memungkinkan berakreditasi A 

Sebelum pindah, cari dahulu informasi tentang sekolah yang dituju. Lihat akreditasinya. Kenapa memilih yang berakreditasi A ?  Hal itu akan memudahkan saat anak harus pindah lagi dari sekolah itu. Sekolah berakreditasi A biasanya hanya mau menerima anak dari sekolah berakreditasi yang sama. Cara mengeceknya bisa melalui Badan Akreditasi Nasional di bansm.or.id

3. Tentukan bagaimana cara anak ke sekolah 

Beberapa orangtua mungkin bisa mengantarkan anak ke sekolah sendiri. Jika anak terpaksa harus menggunakan jasa antar jemput,  yang pertama harus dipastikan adalah identitas jelas dari penjemput. Minta rekomendasi dari kawan dahulu, bagaimana reputasi penjemput. Jika memungkinkan penjemputnya masih tinggal di sekitar lingkungan tinggal

Menerima raport kenaikan kelas sekaligus pindah dari Pekanbaru 

Ketika papanya bertugas di Jakarta, Kakak sekolah di dekat rumah saja. Di salah satu SD Negeri Tangerang Kota

Rumah sudah dapat, sekolah sudah dapat selanjutnya adalah bagaimana prosedur pindah anak sekolah. Tidak sulit kok untuk mengurus dokumen pindah anak. Di bawah ini adalah hal yang harus dilengkapi :

1. Surat pengantar pindah sekolah dari sekolah awal 

Pihak sekolah akan melengkapi surat pengantar pindah sekolah disertai raport anak. Tapi jika anak harus pindah sekolah sebelum dia pernah merasakan raport ( seperti yang terjadi pada anak saya,  baru bersekolah SD kelas satu selama sebulan ), surat pengantar dari sekolah awal saja tanpa raport sudah cukup 

2. Surat pindah dari Dinas Pendidikan 

Jaman dahulu,  pindah sekolah saja sudah cukup berbekal surat pindah dari sekolah plus rapor. Nah hampir lebih dari 10 tahun ini, peraturan pindah sekolah tak cukup lagi hanya dengan menyertakan surat pindah dari sekolah awal

Selesai mengurus surat pindah dari sekolah awal, langkah selanjutnya surat itu harus dibawa ke Dinas Pendidikan Kota atau Kabupaten . Bisa diurus sendiri atau pun diuruskan oleh sekolah awal, tergantung kebijakan sekolah. Jika harus mengurus sendiri, cukup mudah kok. Dan tidak ada pungutan liar. Gak ribet kok sehari juga jadi. Hanya saja, saat musim kenaikan kelas akan ada antrian di Dinas Pendidikan

Nah, bagaimana dengan anak yang belum memiliki raport seperti anak saya yang harus pindah saat baru bersekolah satu bulan di kelas 1 SD ? Saran saya, minta Dinas Pendidikan Kota atau Kabupaten untuk membuatkan NISN ( Nomer Induk Siswa Nasional ) untuk anak. Supaya sekolah baru di kota tujuan yakin bahwa anak kita pernah bersekolah di sekolah sebelumnya. Bukan dianggap sebagai anak yang terlambat mendaftar sekolah

Syarat tambahan untuk anak yang sudah memasuki SMA,  selain surat pengantar pindah Dinas Pendidikan Kota harus ditambah surat pengantar pindah Dinas Pendidikan Propinsi jika anak akan pindah ke kota lain yang berlainan propinsi

3. Surat penerimaan dari sekolah baru

Khusus syarat yang terakhir ini,  bersifat fleksibel. Ada sekolah yang mengharuskan dokumen ini saat akan mengeluarkan surat keterangan pindah dan ada juga yang tidak. Hanya saja nama sekolah tujuan, harus dicantumkan di dalam surat keterangan pindah yang dikeluarkan oleh sekolah lama. Kalau pun belum ada nama sekolah baru yang pasti karena hal ini itu, cukup cantumkan saja salah satu sekolah di tempat  ... ( tulis saja sekolah baru dan nama kecamatan tempat tinggal baru, misal di salah satu SD Negeri di kecamatan Mulia )

Meski berpindah-pindah, prestasi Kakak cukup baik. Lulus SD di Deli Serdang ( meski tinggal di Medan , jarak ke SD nya hanya 1,5 km ) dan saat ini masih bersekolah SMP di Medan


Beres semua,  artinya selamat memulai kehidupan baru dan berpetualang bersama anak dan keluarga di kota yang baru 

Have fun all  😄😄😄



Komentar

  1. Wah bun.. Pindah2 gitu saya ga kebayang gimana rempongnyaaa..tapi BERSAMA kesulitan pasti ada kemudahan ya bun. Pasti banyak pengalaman ditiap kota yang berbeda. Salam kenal dari saya.. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengalaman adalah guru terbaik. Alhamdulillah selalu ada kemudahan dari Allah, mb Winda :)

      Hapus
  2. Wah baru tahu mbak dila kalau sekarang bukan hanya pakai surat pengantar + rapor saja. Trims infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mb. Peraturannya udah hampir 10 tahun ini begitu. Agak ribet tapi mudah kok

      Hapus
  3. Terima kasih banyak infonya,, kebetulan saya juga sedang galau,, bulan2 ini sedang pendaftaran SD, tetapi dalam waktu dekat di kantor juga ada berita mutasi,, saat ini anak saya daftarkan di salah satu SD,,
    Kalau boleh saya tanya, dari pengalaman pribadi, raport kan tidak termasuk syarat pindah, apakah kebijakan ini sama dengan kota2 yang lain ?
    Kedua, terkait dengan nomor induk siswa,, normalnya, anak mendapat nomor induk berapa bulan setelah masuk sekolah ?

    Terima kasih sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Raport sebetulnya wajib. Hanya saja keadaan saya saat itu agak berbeda. Karena baru sebulan sekolah kelas 1 SD mendadak harus pindah

      Jadi karena belum ada rapor , pihak Dinas memberi NISN langsung supaya tidak dikira murid baru

      Kalau NISN biasanya didaftarkan kolektif sekolah ke Dinas, biasanya siy bulan September

      Cuman klo kasus saya karena akan pindah kami langsung dibuatkan Dinas sebelum kawan2 anak saya punya.

      Hapus
  4. Dulu, ketika saya masih ikut suami berpindah-pindah tempat kerja, suka galau dengan urusan sekolah anak. Anak pertama yang akhirnya jadi korban. Apaan sih! TK di Surabaya dan Bojonegoro. SD di Bojonegoro dan Tuban. Nah, waktu di Bojonegoro itu sebenarnya suami dinas di Surabaya lagi, dan terasa banget susahnya mau pindah sekolah. Karena tidak punya ktp Surabaya. Ada lagi yang alasannya tidak jelas. Akhirnya saya memutuskan tinggal di Tuban saja. Sekarang anaknya sudah SMA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau aku ikut aja, mb. Lumayan bisa jalan-jalan juga .... Hihihi
      Kalo dipikir ribet ya gak juga. Enak enak aja 😄😄😄

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

" Mama, aku nggak mau sekolah lagi " ... Ketika anakku dibully

Teringat kejadian sore itu saat kami masih di Tangerang Selatan, sepulang sekolah Kakak menangis luar biasa di meja belajarnya. Di tepi jendela saat matahari sore masuk ke kamarnya. "Mama, aku nggak mau sekolah lagi" sambil menangis tersedu-sedu. Jedeeeer ... seperti mendengar petir di siang bolong, anak lelaki kelas 4 SD ini tiba-tiba meminta sesuatu yang tidak pernah kubayangkan.



" Kenapa Kakak gak mau sekolah? " itu pertanyaan pertamaku. "Aku gak betah lagi" masih sambil menangis tersedu-sedu Kakak menjawab.  "Kenapa gak betah? " tanyaku lagi. " Aku ditendang kawanku. Kepalaku ditendang, terus dipukul pake tasnya" katanya. " Kakak udah ngehindar belum? " kutanya Kakak.  " Udah tapi mereka masih ngejar aku, Ma" masih sambil menangis

" Kakak bales gak? " tanyaku kembali. " Nggak,  Ma " jawab Kakak. " Bagus " jawabku. " Tapi aku tetep gak mau sekolah, kawanku jahat " sambil s…

Lebaran Tetap Bisa Menyenangkan kok Meski Gak Mudik

Mau sedikit cerita soal foto itu. Foto itu saya ambil di Masjid An Nur Pekanbaru di Lebaran 2010. Hari raya yang sangat spesial buat kami.

Di Lebaran itu kami baru seminggu menempati rumah Pekanbaru setelah pindah dari Samarinda.

Gak ada persiapan apapun. Masak apa yang bisa dimasak aja. Kue seadanya. Baju baru gak kepikiran

H-4 barang pindahan saya baru datang. Orang lain udah siapin ini itu bahkan mudik. Kami malah berjibaku membereskan barang pindahan yang baru datang. Lebaran disaat baru mengenal tetangga depan dan samping rumah saja

Foto itu pun asal cepret, gak mood ambil foto dan itu satu-satunya foto saat Lebaran 2010


Mudik Lebaran di negeri ini seperti udah menjadi suatu kewajiban buat setiap orang. Ada yang mudik mepet waktu Lebaran. Ada juga yang udah mulai dari awal Ramadhan. Yang kayak gini biasanya dilakukan sama orang yang kerjanya punya waktu lebih bebas ketimbang orang kantoran
Selain yang mudik, ada juga sebagian orang yang gak bisa mudik. Faktor biaya adalah alasan…